Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Khutbah Jum'at Pertama Ramadhan 2025

 Menjemput Barokah Dan Kemuliaan Ramdhan 1446 H


اَلْحَمْدُ ِللهِ جَعَلَ رَمَضَانَ شَهْرًا مُبَارَكًا، وَفَرَضَ عَلَيْنَا الصِّيَامَ لِأَجْلِ التَّقْوٰى. أَشْهَدُ أَنْ لَاۧ إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ . اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلٰى سَيِّدِنَا مَحَمَّدِ نِالْمُجْتَبٰى، وَعَلٰى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَهْلِ التُّقٰى وَالْوَفٰى. أَمَّا بَعْدُ فَيَاأَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ! أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ فَقَدْ فَازَ مَنِ اتَّقَى. فَقَالَ اللهُ تَعَالٰى فِيْ كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ : أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ، بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ يَاۤأَيُّهَا الَّذِيْنَ ءٰمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَ  

Ma`âsyiral Muslimîn jamaah shalat Jumat hafidhakumullâh,
    
Alhmadulillah kiita semua saat ini berada pada jum’at pertama dan di hari ketujuh bulan suci Ramadhan, yaitu  bulan yang diberkahi penuh kutmaan dan kemuliaan. Karena di bulan Ramadhan ini adalah bulan tempat diwajibkannya kita berpuasa dibulan ini terjadinya peristiwa agung, yaitu Nuzul al-Qur’an (turunnya kitab suci al-Qur’an) dan terjadi satu malam yg istimewa yang keutamaannya lebih baik dari seribu ulan yaitu malam laiatulqodar . 
Sholawat beserta salam tak lupa kita haturkan kepada baginda junjungan alam Nabi Muhammad SAW yang diturunkan kepadanya Al-Qur’an  berfungsi sebagai nûr (cahaya), hudan (petunjuk), dan rahmat bagi manusia. 
Selanjutnya pada kesempatan yang mulia ini marilah kita tingkatkan kualitas takwa kita, di antaranya dengan berusaha melaksanakan ibadah yang diperintahkan oleh Alloh di bulan suci Ramadhan dengan sebaik-baiknya dan menjauhi apa yang dilarangnya. Untuk menunjukkan peningkatan dan tujuan utama diwajibkan berpuasa adalah untuk menjadikan kita orang-orang yang bertakwa.
Allah swt berfirman dalam Al-Qur’an surat Al Baqarah: 183:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ ﴿١٨٣﴾
“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian puasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kalian bertakwa.” (QS. Al-Baqarah[2]: 183)
 
Ma`âsyiral Muslimîn jamaah shalat Jumat hafidhakumullâh,  
 
setelah sebelas bulan kita menjalani lika-liku kehidupan, sudah pasti sangat banyak bergelimang dosa dan kemaksiatan, lupa dan salah, khilaf dan zalim. Setelah sebelas bulan pula kita bergelut mencari nafkah, mengejar kehidupan, tidak sedikit kita menyerempet perbuatan keji,mungkar, dan berbuat salah kepada Allah maupun antar sesama.
Maka saat ini kita berjumpa dan berda dibulan suci Ramadhan kita memperbaiakan semua khilaf dan kesalahan kita mari kita mamfaatkan bulan suci Ramadhan ini untuk meraih kemulian dan hikmah yang banyak. Kita mamfaatkan bulan suci Ramadhan ini tempat kita meraih rahmat,magfiroh dan  berkah dari Alloh SWT dan berbagi macam kemulian lainya sebagaimana sabda Rasullloh SAW dalam haditsnya yang berbunyi :
   عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : كَانَ رَسُوْلُ اللهِ ﷺ يُبَشِّرُ أَصْحَابَهُ، يَقُوْلُ : " قَدْ جَاۤءَكُمْ شَهْرُ رَمَضَانَ شَهْرٌ مُبَارَكٌ فَرَضَ اللهُ عَلَيْكُمْ صِيَامَهُ، تُفْتَحُ فِيْهِ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ، وَتُغْلَقُ فِيْهِ أَبْوَابُ النَّارِ، فِيْهِ لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ، مَنْ حُرِمَ خَيْرَها فَقَدْ حُرِمَ " )وَهٰذَا لَفْظُ حَمَّادِ بْنِ زَيْدٍ، أَخْرَجَهُ النَّسَائِيُّ، عَنْ بِشْرِ بْنِ هِلَالٍ( ـ 
Dari Abu Hurairah r.a. ia berkata: Rasulullah s.a.w. memberikan kabar gembira kepada para sahabat beliau. Beliau bersabda: telah datang kepada kalian bulan Ramadhan, yaitu bulan yang diberkahi, Allah telah memfardhukan (mewajibkan) atas kalian berpuasa di bulan itu, di bulan itu dibukalah pintu-pintu surga dan ditutuplah pintu-pintu neraka, dan di bulan itu pula ada Lailatul Qadar (Malam Qadar) yang lebih baik dari seribu bulan”, Siapa saja yang terhalang dari kebaikan malam itu maka ia terhalang dari rahmah Tuhan (HR. al-Nasa’i).   

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

Artinya: “Wahai umat manusia, telah ada di hadapan kalian bulan agung yang penuh berkah, bulan yang di dalamnya terdapat malam yang lebih baik dari seribu bulan. Bulan yang Allah jadikan berpuasa di dalamnya sebagai kewajiban dan menghidupkan malam-malamnya sebagai kesunnahan. Bulan yang merupakan bulan kesabaran, dan pahala kesabaran adalah surga. Bulan santunan, yang jika orang memberikan makanan berbuka kepada orang yang berpuasa di bulan itu maka itu menjadi ampunan Allah terhadap dosa-dosanya dan kemerdekaan dirinya dari neraka dan dia mendapat pahala yang menyerupai pahala orang yang berpuasa tersebut tanpa berkurang pahalanya sedikit pun.” Para sahabat bertanya: Wahai Rasulullah, tidak semua dari kita memiliki sesuatu untuk diberikan sebagai makanan berbuka bagi orang yang berpuasa? Lalu Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Allah memberikan pahala ini kepada orang yang memberikan makanan berbuka kepada orang yang berpuasa meskipun berupa satu buah kurma, seteguk air atau sedikit susu yang dicampur dengan air. Dan barang siapa memberikan minuman kepada orang yang berpuasa, maka Allah memberikannya minum dari telagaku satu tegukan yang setelahnya dia tidak akan merasakan haus hingga dia masuk surga. Bulan Ramadhan adalah bulan yang permulaannya rahmat, pertengahannya ampunan dan akhirnya pembebasan dari api neraka” (HR al-Baihaqi, Ibnu Khuzaimah, dan lainnya).
Juga disebutkan dalam hadits riwayat al-Baihaqi dalam Syu’ab al-Iman bahwa Allah ta’ala memerdekakan dalam setiap hari dari bulan Ramadhan saat berbuka puasa satu juta orang dari neraka, dan di hari terakhir bulan Ramadhan Allah memerdekakan sebanyak yang Ia merdekakan dari awal hingga akhir bulan Ramadhan. Mudah-mudahan Allah menjadikan kita termasuk orang-orang yang dimerdekakan dari api neraka di bulan penuh berkah ini.
  
Ma`âsyiral Muslimîn jamaah shalat Jumat hafidhakumullâh,

Allah ta’ala telah memuliakan kita dengan menjadikan di antara dua belas bulan dalam setahun terdapat bulan yang paling mulia, bulan yang berlimpah kebaikan. Alangkah merugi orang yang diberi kesempatan mendapati bulan Ramadhan, akan tetapi melewatkannya begitu saja tanpa mengisinya dengan berbagai kebaikan. Betapa merugi orang yang mendapati Ramadhan akan tetapi dia tidak mendapatkan pengampunan dosa dan pembebasan dari api neraka.  
Sungguh, Ramadhan adalah bulan yang penuh pelajaran. Ramadhan adalah bulan terjadinya perang Badar dan Fathu Makkah (penaklukan kota Makkah). Ramadhan adalah bulan keimanan yang mengubah tolok ukur kemuliaan pada saat itu, di mana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengajarkan kepada umatnya bahwa kemuliaan menurut Allah di akhirat tidak diberikan kecuali kepada orang-orang yang beriman.  

Ma`âsyiral Muslimîn jamaah shalat Jumat hafidhakumullâh, 

Marilah memohon kepada Allah ta’ala agar saat bulan suci Ramadhan berakhir nanti semua dosa-dosa kita telah diampuni oleh-Nya. Baginda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam telah memberitahukan bahwa ketika bulan Ramadhan tiba dibukalah pintu-pintu rahmat dan pintu-pintu surga, ditutup pintu-pintu neraka, dibelenggu para pembesar setan. Setiap waktu berbuka, Allah memerdekakan banyak orang dari api neraka dan ini terjadi di setiap malamnya. Mudah-mudahan Allah menjadikan kita semuanya termasuk orang-orang yang dimerdekakan dari api neraka di bulan yang mulia ini. Mudah-mudahan kita senantiasa diberi kekuatan untuk melakukan puasa dan berbagai ibadah yang lain di bulan yang mulia ini. 

Hadirin yang dirahmati Allah, 
Demikian khutbah singkat pada siang hari yang penuh keberkahan ini. Semoga bermanfaat dan membawa barakah bagi kita semua. Amin.
بَارَكَ الله لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هذا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.





Posting Komentar untuk "Khutbah Jum'at Pertama Ramadhan 2025"