Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

PESONA CINTA DILANGIT ANJANI PART I

KISAH SUFI PEREMPUAN RAEHANUN DAN ZAKIAH

            Anjani adalah sejarah dua perempuan sufi. Amanah mendirikan pondok pesantren Syaikh Zainuddin dipegang dua sufi perempuan tangguh; Ummuna dan Zakia. Keduanya memiliki satu sempena "Sami'na wa Atho'na." Jalankan saja tanpa tanya mengapa.

        Karya Ummuna disaksikan mata kepala semesta di tanah yang disiram-berkati si cantik Zakia. Karya yang mesti disyukuri sebagai sebuah karya tak biasa. Hanya dalam waktu seumuran perjuangan Rasulullah, di lembah Rinjani berkembanglah tetumbuhan surgawi di lahan 23 hektar lebih. The founder dan leader-nya seorang perempuan emansipatoris bernama UMMUNA Al Mujahidah An Nasikah Al Barrah Hj. Sitti Raihanun Zainuddin Abdul Madjid. 

        Anjani lahir atas petunjuk Sang Maha Daya. Anjani dibangun (bukan) obsesi Ummuna. Kehendak Kuasa disematkan dalam keramat luhur Sayyid Sulthan, Maulana. Anjani adalah keramat Maulana.

        Tahun 1989-an air leluhur kerajaan Selaparang disiramkan di kebun tebu Anjani. Lalu tahun 1997 Maulana pamit menuju alam maya tak berdimensi. Jaraknya delapan tahunan. 1989 sembilan tahun sebelum kemudian diletakkan batu pertama pembangunan Kenangan Cinta Suci di tanah Sang Dewi, Anjani. Ummuna menegakkan kehendak ayahnya.

        Maulana telah menyiapkan jauh sebelumnya bahwa mahkota Nahdlatul Wathan akan diungsikan. Maulana tahu suasana pasca beliau pamit dari dunia, terutama kejadian pengusiran istri tercintanya, anak dan cucunya. Dan, Maulana tahu bahwa itulah takdir yang tak bisa dihindarkan. Sang Raja tak bisa mengelak dari "perang" dalam menegakkan kebenaran. Ini juga pembuktian, Ummuna sejatinya jagoan.

        Kawan, Maulana membimbing putrinya untuk memindahkan pusat perjuangan Nahdlatul Wathan. Maulana juga yang memerintahkan Zakia seorang perempuan misterius untuk menyiram air kehidupan di wilayah kebun tebu kebun jagung sebagai awal kehidupan baru.

        Baik Ummuna maupun Zakia sesungguhnya dua perempuan penuh misteri; perempuan keramat. Ummuna dan Zakia putri Pancor. Zakia masih pun keluarga Maulana. Masih lekat dengan pejeroan (bangsawan) Pancor, Jero Mihram. Zakia saksi penentu dan pelaku sejarah berdirinya peradaban baru Nahdlatul Wathan.  


فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا * يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارً
By Muhammad Tohri

Posting Komentar untuk "PESONA CINTA DILANGIT ANJANI PART I"